EVOS Funi: Jangan Menyerah Pada Kekalahan - DiBukaBox
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

EVOS Funi: Jangan Menyerah Pada Kekalahan

EVOS Funi

Bagi gamer pro player Mobile Legend atau ML pasti tidak asing dengan nama EVOS Funi. Gadis cantik ini sudah malang melintang di dunia game online, khususnya Mobile Legend. Karena permainan ini, gadis kelahiran Surabaya, Jawa Timur tersebut kini hijrah ke Jakarta setelah bergabung dengan EVOS. 

Bukan hanya parasnya yang cantik, kemampuannya sebagai lady gamer mencuri perhatian banyak orang. Awalnya, banyak yang meragukan kemampuannya dalam bermain game ML. Namun setelah beberapa kali kemenangan membuat namanya terus mendapat perhatian gamer pro player. 

Mengenal Lebih Dekat EVOS Funi
Gadis yang mempunyai nama asli Fanny Cinthya ini lahir tanggal 26 Oktober 1999. Mulai dari bawah, Funi belajar dan memposisikan diri sebagai gamer khusus ML. Kini posisinya sebagai EVOS Esport Ladies tidak diragukan.

Meski sudah sering memenangkan pertandingan, tidak membuat Funi berbangga hati. Setiap saat Funi selalu menggunakan waktu untuk meningkatkan skill dan mencoba berbagai item baru dalam dunia Mobile Legend.

Menurut Funi, untuk menjadi pemain profesional tidak mudah. Jika ada yang mengatakan bahwa menjadi gamer profesional adalah pekerjaan menyenangkan, hanya duduk main game, mandi, makan dan bersantai, salah besar. Funi yang sudah pro player saja setiap hari harus duduk berjam-jam untuk berlatih dan meningkatkan skill permainan. 

Jika puas dengan kemampuan sekarang, maka akan tertinggal. Apalagi setiap hari hadir pro player baru dengan banyak kemampuan. Ini yang membuat EVOS Funi terus berlatih. Skill permainannya yang mumpuni juga tidak datang secara langsung, tetapi melalui kerja keras dan berlatih tidak kenal lelah. 

Berbicara mengenai permainan tim atau single, menurut Funi lebih menyenangkan secara tim. Satu sama lain bisa saling mendukung untuk mengalahkan lawan. Meski demikian Funi juga beberapa kali bermain single dalam pertandingan. 

Mengenai jumlah pemain dalam tim, menurut Funi, jumlah 5 orang jauh lebih menyenangkan dibanding bermain sendiri atau 3 orang dalam tim. Kekompakan tim memang akan teruji karena banyaknya pemain, namun setelah memenangkan pertandingan akan terasa lebih menyenangkan. 

Thanks your losses
Berbicara mengenai kekalahan, Funi bercerita dia juga kerap kali mengalami. Dalam beberapa kali pertandingan, Funi memang keluar sebagai runner up. Namun menurutnya itu juga merupakan kekalahan karena gagal menjadi juara utama. 

Bagaimana menghadapi kegagalan? Ternyata gamer cantik ini mempunyai cara pandang yang berbeda. Funi berterima kasih pada kegagalan yang pernah dialaminya. Justru karena gagal, akhirnya membuatnya bertambah semangat untuk meraih kemenangan. Funi tidak sependapat jika ada gamer gagal, kemudian menyerah.

Menurut gamer cantik ini, kegagalan justru perannya penting. Karena hal tersebut menjadi bahan untuk mengevaluasi langkah salah apa yang dilakukan dan bagaimana seharusnya.  Jadi, jangan pernah menyalahkan diri sendiri jika gagal. 

Funi menilai kegagalan dalam memenangkan suatu turnamen merupakan penyemangat untuk berlatih lebih giat lagi. Mencoba teknik, skin dan karakter baru sehingga mendapatkan yang lebih sesuai. Sebagai gamer profesional, Funi mempunyai pendapat, bahwa setiap orang harus tetap mau berlatih. 

Banyak yang menilai bahwa gamer itu pekerjaan mudah dan menyenangkan. Sedangkan sebenarnya penuh tantangan. Setiap hari harus berpikir tentang strategi, pemilihan karakter dan penggunaan skin yang paling tepat. Tanpa berlatih dengan teratur dan disiplin, kemampuan gamer juga tidak akan meningkat. Ini yang menyebabkan sulit mendapat kemenangan. 

EVOS Funi yang merupakan gamer profesional di Esport ini mempunyai pandangan positif tentang kegagalan. Semua orang pantas untuk mempunyai pemikiran sepertinya sehingga bangkit dan menjadikan kegagalan sebagai awal untuk mendapatkan kesuksesan di waktu selanjutnya. 

Posting Komentar untuk "EVOS Funi: Jangan Menyerah Pada Kekalahan"