Facebook Memperkenalkan Jenis Grup Terbaru untuk Pengasuhan Anak

Setiap orang tua tentunya memaknai Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ditetapkan setiap tanggal 29 Juni dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang memaknainya sebagai momen untuk mempererat kebersamaan keluarga, ada juga yang menjadikannya sebagai pengingat untuk tetap semangat membangun keluarga yang kuat, terlebih dalam masa-masa transisi menuju new normal.



Melihat kondisi saat ini, sebagian orang tua juga merasa kewalahan lantaran masih harus melakukan penyesuaian dalam mengasuh anak selagi bekerja dari rumah. Namun, janganlah khawatir bagi Anda yang mungkin adalah seorang ayah dengan anak perempuan, atau orang tua tunggal yang membesarkan anak seorang diri, atau mungkin seorang ibu yang bekerja di bidang teknologi, grup Facebook dapat memberikan ruang yang aman bagi setiap orang tua untuk berkumpul bersama, saling berbagi dukungan, edukasi, dan informasi lainnya.

Sebanyak lebih dari 9 juta orang di Indonesia merupakan bagian dari grup Facebook yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Dalam upaya mendukung para komunitas ini, kami meluncurkan jenis grup Facebook terbaru, yakni pengasuhan anak (parenting), guna memudahkan setiap orang tua dalam menemukan komunitas yang tepat dengan membuatnya menjadi lebih aman dan mudah saat berinteraksi.

Mulai hari ini, jika admin memilih jenis grup pengasuhan anak, mereka akan mendapatkan akses ke tiga fitur unik yang telah disesuaikan untuk pengalaman pengasuhan anak. Melalui fitur-fitur ini, orang tua dapat merasa lebih nyaman ketika bercerita mengenai perjalanan pribadi mereka, dapat dengan mudah menemukan konten-konten yang penting bagi mereka, saling meminta dan berbagi saran dengan anggota grup lainnya.

Postingan Anonim:
○ Kami telah mendengar dari orang tua bahwa mereka menginginkan sebuah cara untuk membahas topik yang mungkin tidak nyaman dibagikan secara terbuka. Agar anggota grup pengasuhan anak di Facebook dapat membuat postingan sensitif tanpa mengungkap identitas mereka, kami menyertakan fitur Postingan Anonim ke dalam grup tersebut. Misalnya, jika Anda ingin berbagi atau menerima masukan terkait masalah keuangan atau kasus kehilangan anak, memposting secara anonim dapat memudahkan Anda untuk membuka diskusi tersebut.

Lencana:
○ Kami menambahkan lencana baru di grup pengasuhan anak, sehingga anggota grup dapat memilih untuk mengidentifikasi diri mereka di antara anggota lainnya dalam hal tahap mengasuh anak seperti apa yang tengah mereka jalani. Jika Anda ingin menemukan orang yang sedang mengalami situasi yang sama dengan Anda, lencana membuatnya menjadi lebih mudah untuk mencari orang-orang tersebut dengan cepat dan terhubung dengan mereka. Contoh lencana termasuk “Orang Tua Baru” dan “Calon Orang Tua” untuk membantu orang tua terhubung lebih dekat dengan mereka yang berada dalam situasi serupa.

Mentorship:
○ Kami juga memperluas fitur Mentorship ke semua grup pengasuhan anak yang memilih jenis grup ini. Admin grup pengasuhan anak kini dapat memilih dan

menciptakan program mentoring online, membiarkan para anggota untuk mencari dan menjadi mentor. Anggota dapat berpasangan satu sama lain untuk menawarkan bimbingan selama berlangsungnya beberapa momen terbesar dalam kehidupan seperti menantikan kelahiran sang buah hati atau mengubah jalan karir.

Kami sangat terinspirasi untuk melihat bagaimana orang tua berkumpul bersama untuk saling berbagi keceriaan dan memberikan dukungan satu sama lain, terutama di saat-saat penuh tantangan seperti saat ini.

Sebagai contoh, Nia Umar, yang membuat grup Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) di Facebook pada 2008 silam bersama 21 pendiri & pengurus lainnya. Grup ini bertujuan untuk menciptakan ruang khusus bagi para anggota agar dapat menyebarluaskan pengetahuan dan informasi terkait menyusui. Berawal dari komunitas online, organisasi nirlaba berbasis kelompok sesama ibu tersebut kini telah hadir di 18 provinsi di Indonesia dan memiliki cabang di 10 kotamadya/kabupaten di luar ibu kota provinsi.

“Meskipun kami ada di 18 provinsi, terkadang tidak semuanya reachable atau dapat dijangkau dengan baik. Kami merasa media sosial inilah wadah kami berkumpul untuk memperoleh dukungan lebih banyak lagi, serta menjadi corong terdepan dalam kegiatan-kegiatan edukasi, dan advokasi mengenai pentingnya ASI bagi bayi,” ujar Nia yang merupakan Ketua UMUM AIMI.

Berlangsungnya pembatasan sosial pun tak menjadi hambatan bagi para anggota untuk tetap menjalin silaturahmi. Berbagai kegiatan dilakukan di dalam grup Facebook AIMI yang menghubungkan 265.800 anggota. Selain itu, AIMI turut aktif memberikan layanan konseling menyusui gratis dan menggelar serangkaian kegiatan secara online dalam menyambut HUT AIMI ke-13 pada 21 April lalu.

Lebih lanjut, sambung Nia, kualitas dari grup Facebook AIMI didukung oleh sejumlah admin yang bertugas mengelola grup, menghidupkan suasana, mengatur dinamika percakapan antar anggota, dan memantau konten-konten yang diposting agar tetap relevan melalui fitur-fitur Pengelolaan Grup untuk Admin. “Karena kalau enggak ada admin itu, pasti akan berantakan. Nanti, pasti dibuat jualanlah, dibuat apalah. Jadi, saya melihat besarnya AIMI itu berkat mereka para admin yang gesit beradaptasi,” tambahnya.

AIMI adalah satu dari sekian banyak grup Facebook terkait pengasuhan anak, yang mana merupakan peranan utama dari sebuah keluarga. Kami bersemangat untuk meluncurkan fitur-fitur terbaru ini dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional, menyediakan lebih banyak cara bagi setiap anggota grup pengasuhan anak untuk berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain.

Tidak ada komentar

*DiBukaBox tidak bertanggung jawab atas komentar yang Anda buat