Teknologi Terbarukan, Selamatkan Banyak Kepentingan


Teknologi Terbarukan, Selamatkan Banyak Kepentingan! Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya dewasa ini keberadaan sumber daya semakin menipis dan hampir habis. Namun kebutuhan manusia justru semakin banyak dan tidak terkendali sehingga munculah kesenjangan antara sumber daya dan kebutuhan. Salah satunya adalah bahan bakar minyak yang hampir bisa dibilang mencakup hajat hidup orang banyak.
Oleh karena berbagai pertimbangan itulah, saat ini banyak bermunculan berbagai terobosan atas nama teknologi terbarukan yang merubah arah kebutuhan manusia terhadap sumber daya yang hampir habis pada sumber daya yang tidak akan habis dengan menyamakan kegunaannya. Misalnya saja bahan bakar minyak untuk memasak saat ini telah ditemukan ode menyulap kotoran ternak menjadi bahan bakar yang lebih efektif dan efisien.
Dikatakan efektif dan efisien adalah, selain bahannya yang mudah diperoleh serta tidak akan cepat habis, hasil pembakaran dari bahan-bahan ini juga tidak menimbulkan limbah yang nantinya akan menjadi polusi, baik polusi air, tanah, dan yang paling utama adalah polusi udara. Hasil pembakaran yang nersih inilah yang saat ini ramai digalakkan untuk beralih dari minyak bumi ke kotoran ternak.
Seperti perubahan-perubahan lainnya, perubahan menuju teknologi terbarukan ini pun juga mengalami berbagai kendala diantaranya adalah dari segi masyarakatnya. Karena adanya istilah 'terbiasa' sehingga masyarakat sulit sekali untuk beralih menuju teknologi ramah lingkungan ini. 
teknologi terbarukan
Kedepannya akan lebih sering diadakan pendekatan manual kepada masyarakat agar bisa menerima keberadaan teknologi terbarukan ini. Karena untuk menghilangkan kebiasaan, diperlukan kebiasaan-kebiasaan yang lain pula.
Kotoran ternak merupakan salah satu dari sekian banyak teknologi yang ditemukan di era modern ini. Masih banyak teknologi-teknologi lain yang tidak kalah bagus dan keren, bahkan manfaatnya untuk kehidupan kita pun juga sangat beragam. Diantaranya lagi adalah penggunaan panel surya di rumah-rumah untuk keperluan rumah tangga, salah satunya adalah listrik. Dengan beralih dari listrik manual menuju listrik panel surya, saudara kita yang berada di daerah tambang batubara tidak perlu khawatir tanahnya rusak bahkan ambles karena kapal tongkang yang beroperasi setiap harinya.
teknologi terbarukan
Adapun contoh-contoh dari teknologi terbarukan adalah sebagai berikut:
1. Lampu Seumur Hidup
Indonesia memiliki sekelompok mahasiswa cemerlang yang berhasil mengubah bakteri menjadi lampu hemat energi. Mereka adalah mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Lampu hemat energi ini bisa mengatasi persoalan krisis energi.
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan energi pun semakin bertambah sedangkan pasokan energi berbasis energi fosil kian menipis. Dilansir dari Tempo.co, sekelompok mahasiswa tersebut memanfaatkan bakteri bioluminescence, bakteri unik dalam tubuh cumi-cumi yang mampu mengeluarkan cahaya berwarna biru. Lampu semakin terang jika jumlah kandungan bakteri ditambah. Lampu ini memiliki keuntungan, yaitu ramah lingkungan dan ekonomis. Bahkan lampu ini dapat dipakai seumur hidup karena bakteri yang mati akan menghasilkan indukan baru.
2. Kulkas Tanpa Listrik
Contoh pemanfaatan teknologi terbarukan selanjutnya adalah kulkas tanpa listrik ini dibuat oleh Arya Nardhana dan Sanika Putra dari SD Al Azhar 14 Semarang. Bahan yang mereka pakai sederhana yaitu styrofoam, pasir, dan air dingin. Lemari kotak dari styrofoam itu diutak atik sehingga bisa menjadi lemari es dan bisa membuat sayuran bertahan hingga 7 hari.
Mereka kemudian mengembangkan ide tersebut dan membuat lemari es tanpa listrik. Ia menjelaskan bahwa cara membuatnya cukup mudah yaitu menyiapkan kotak yang terbuat dari styrofoam. Dalam kotak tersebut diletakkan kaleng biskuit untuk tempat menyimpan buah atau sayur, kemudian di sekelilingnya diberi pasir dan air dingin.
Bagaimana? Sudah saatnya beralih menuju teknologi terbarukan, bukan? Save our earth, gunakan sumber daya seperlunya, dan mari beralih menuju sumber daya yang ramah lingkungan dan tidak ada habisnya.

Tidak ada komentar

*DiBukaBox tidak bertanggung jawab atas komentar yang Anda buat